Social Icons

Warga Yogya Semringah Abu Kelud Diguyur Hujan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Warga Kota Yogyakarta bisa sedikit bernapas lega pada Ahad siang, 16 Februari 2014. Sebab, hujan mengguyur sejumlah kawasan di Kota Yogyakarta setelah abu Gunung Kelud menyelimuti wilayah ini sejak Kamis malam lalu.

"Lega sekali karena hujan akhirnya turun meskipun terlambat,” kata Ali, warga Jogokaryan.

Sejak diguyur hujan abu Kelud, Yogya belum disapa hujan sama sekali. Akibatnya, material abu berubah menjadi debu yang mengganggu sejumlah aktivitas masyarakat. (Baca juga: Gunung Kelud Semburkan 200 Juta Meter Kubik Abu)

Meski intensitasnya tergolong ringan, hujan sedikit membantu meluruhkan abu yang pekat, khususnya di bagian atas bangunan yang sulit tersentuh pembersihan.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kota Yogyakarta Toni Agus Wijaya menuturkan

Gunung Slamet Meletus 3 Menit Mengarah ke Tegal dan Brebes

TRIBUNNEWS.COM, PEMALANG - Setelah beberapa hari status Waspada, Gunung Slamet di Jawa Tengah mulai mengeluarkan letusan abu tebal, Rabu (12/3/2014) sekitar pukul 06.53 WIB.

Letusan abu berwarna hitam pekat berlangsung sekitar 3 menit. Sebelum akhirnya tertutup kembali oleh kabut.
 
Menurut tim pengamat Gunung Slamet

Kasus Istri Bunuh Suaminya di Bumiayu, Kini di Tangani Polres Brebes

BREBESNEWS.CO -Kasus dugaan pembunuhan yang melibatkan salah seorang istri korban tewas yang tidak lain adalah suaminya seendiri di Bumiayu, yakni Bambang (56) dan menggegerkan masyarakat sekitar, karena setelah korban di pukul martil (palu), jenazah korban di buang di bawah jembatan sungai Bisjajar, jalan lumbir Karangpucung kabupaten Banyumas.

Peristiwa pembunuhan korban (Bambang) yang beralamat di dukuh Karangjati RT 04 RW 07 desa Kalierang ini terungkap pada Minggu lalu 9 maret 2014 terungkap, dengan ditemukannya jenazah korban.

Pelakunya yang berdasarkan berita adalah

Gunung Slamet meletus kecil sebanyak 450 kali (11/03)

Hari ini, Gunung Slamet meletus kecil sebanyak 450 kali

 foto istimewa sindonews
Sindonews.com - Pasca naiknya status Gunung Slamet dari Normal menjadi Waspada, hingga kini aktivitas gunung tertinggi di Jawa Tengah itu masih tercatat di pos pengamatan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pos Gambuhan Pemalang, hari ini Gunung Slamet mengalami 450 kali letusan dengan skala kecil dari puncak gunung. Kendati demikian Pos Gambuhan Pemalang tidak dapat memantau ketinggian embusan asap hari ini.

"Kami tidak bisa memantau embusan asap karena Gunung Slamet tertutup kabut. Hingga kini, wilayah Pemalang juga diguyur hujan, meski gerimis," tutur Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Sukedi, kepada SINDOnews.com, Selasa (11/4/2014).

Sementara itu,
 

KPMDB Jogja