Ibunda
cayank,, apa kabarnya dikau disana ???
Dalam jauhnya perantauan ananda ini, ananda selalu
merindukan bunda, selalu mengkhawatirkan kesehatan bunda yang kian hari tubuh
bunda kian terkikis oleh usia dan lelahnya pekerjaan bunda. Kini bunda terlihat
renta dengan banyaknya guratan kelelahan pada raut wajah bunda, juga banyaknya
uban yang membuat rambut bunda kini berubah menjadi putih. Panasnya mentari pun
membuat bunda kini semakin cepat merasa lelah dalam beraktivitas. Tapi, sungguh
demi putra-putri tercinta bunda lakukan itu semua dengan ikhlas dan tanpa balas
kasihan. Demi sesuap nasi untuk kami, bunda rela berjalan kaki atau pun
mengayuh sepeda kiloan meter untuk bekerja di ladang atau sawah orang. Bunda,,
ananda tak kan lupakan semua perjuangan bunda untuk ananda, kakak dan adik.
Sungguh,, bunda adalah sosok yang paling menginspirasi dan memberi motivasi
pada diri ananda, setelah Allah dan Rasul-Nya. Kau membuat ananda bangun di
kala terjatuh, tersenyum di kala kesedihan menimpa, tetap semangat di kala rasa
putus asa menyelimuti,
Duhai
ibu,,,
