Koranlokal.com, ( Brebes ) – Kepergian Emi Latifah
MUSWIL KPMDB 2013
Salam KPMDB Jogja, Salam Brebes.
Musyawarah Wilayah (Muswil) Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) Wilayah Yogyakarta merupakan kegiatan rutin dari KPMDB Wilayah Yogyakarta tiap kepengurusan. Muswil menjadi kegiatan
terakhir sebelum nantinya
dilaksakan pemilihan ketua baru, pergantian pengurus dan akhirnya
pembentukan kepengurusan baru pada kepengurusan selanjutnya.
Muswil tahun 2013 akan diselenggarakan pada 20-21 April 2013 di Villa Ngesti Laras. Peserta adalah Mahasiswa Yogyakarta asal Brebes dan tidak dibatasi asal kampus. Semua satu keluarga, KPMDB Jogja.
Pendaftara dapat dilakukan melalui sms dengan cara :
ketik : daftar_nama_kampus
kirim ke : 089667161222 (Azmi) atau ke 089619000901 (Ries)
contoh : daftar__zami__amikom
Fasilitas yang akan didapatkan oleh peserta :
- Home Stay
- Makan dan Snack
- Doorprice
- Merchandise
- Transportasi
- Jelas ilmu dan teman baru
Kami tunggu kehadiran rekan-rekan Brebes di Muswil KPMDB Jogja 2013.
= Kuatkan Ideologi, Perjelas Independensi, Maksimalkan Fungsi =
Info : 089667161222 (Azmi) , 089619000901 (Ries)
Salam KPMDB Jogja, Salam Brebes.
3G: Tiga Generasi
(Warnet, Hotspot Area, dan Modem)
Oleh: Munharis*
(Ketua
Umum KPMDB Yogyakarta 2009)
Sebagai masyarakat menengah yang hidup disekitar kemajuan
teknologi informasi hampir bisa dikatakan dapat menikmati layanan internet.
Khususnya bagi mahasiswa yang beraada di perkotaan, sebut saja Jogja. Kota yang
terkenal dengan masakan gudeg dan menyandang predikat sebagai kota pendidikan
dan pelajar ini. Hampir disekitar area kampus yang ada di kota ini terdapat
warung-warung internet atau yang sering kita kenal dengan sebutan warnet.
Berawal dari warnet ini kita bisa merasakan dan menikmati
kemajuan di bidang informasi. Hampir semua kebutuhan informasi yang kita
inginkan dapat diakses lewat internet. Kebayakan dari mahasiswa mengerjakan
tugasnya dibantu dengan informasi yang ada di internet. Lepas dari fungsi
informasi lainnya. Misal, buku dan jurnal tercetak. Disini hanya membahas
tentang kenyamanan mencari informasi yang didapatkan lewat internet yang
dibungkus dengan jasa warnet.
Semakin berkembangnya teknologi informasi, muncul adanya layanan
hotspot area, bukan hanya dikantor-kantor atau instansi. Namun tumbuh juga di
tempat-tempat umum. Misalnya kedai kopi atau cafe yang ditampilkan dari suasana
tempat yang eksklusif sampai pada suasana sederhana seakan-akan berada di
tempat perkampungan dulu. Hal ini dilakukan bukan hanya untuk menjadi ladang bisnis
tetapi sebagai tempat tongkrongan mahasiswa bekumpul dan saling mengenal
komunitas. Berdampak semakin banyak minat konsumen yang menikmati tempat
tersebut.
Dewasa ini masyarakat penikmat layanan intenet lebih memilih
nongkrong di cafe/ kedai kopi yang ada layanan hotspot¬nya. Mereka beranggapan
internetan di kedai kopi tersebut lebih efisien dibandingkan dengan memakai
jasa internet di warung intenet (warnet). Kemungkinan akan banyak warnet-warnet
yang gulung tikar dikarenakan konsumennya lari memilih area hotspot.
Setelah menikmati layanan area hotspot, kini masyarakat
dikenalkan dengan jasa layanan internet lainnya, sebut saja modem. Berbagai
merk serta kualitasnya dipromosikan. Akhir-akhir ini harga modem semakin murah,
sehingga terjangkau untuk mahasiswa dalam memilih ragam modem. Kemungkinan alat
modem ini akan menghapus jasa area hostpot. Karena dapat dinikmati kapan saja
dan dimana saja.
Dari warnet kita bisa menikmati layanan internet tetapi harus
duduk ditempat yang tertutup atau terbatas. Kemudian lewat hotspot area kita
bisa menikmati internetan sembari ngobrol dengan teman-teman di kedai kopi
tanpa harus ada batasan waktu yang menunggu di atas hitungan tarif.
Selanjutnya, memanfaatkan layanan internet lewat modem akan lebih efektif dan
efesien. Ketiga-tiga jasa layanan internet tersebut saling berebut konsumennya.
Dan pada akhirnya yang awal muncul akan ditendang pendatang baru dan akan
terjadi hal yang sama seterusnya.
Adakah pendatang baru, setelah adanya warnet, hotspot area, dan
modem? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Dikusi dan Sharing "Pengin Dapat Beasiswa ke Luar Negeri"
Bersama mba Rahma
Walaupun kegiatan ini direncanakan cukup mendadak dengan pelaksanaanya, namun setidaknya dapat dimulai tepat waktu dan dengan antusias dari teman-teman anggota KPMDB Jogja yang hadir. Dimulai sekitar jam 4 sore, di kawasan kampus UNY depan gedung rektorat. Dengan suasana yang terbilang asri, dan enak untuk diskusi, anggota yang hadir dapat bersantai dan lesehan sembari mendengarkan narasumber.
Beberapa memang hadir sedikit terlambat dari jadwal, dapat dimaklumi karena kesibukan masing-masing termasuk mungkin yang kuliah sore. Namun, untuk 10 anggota yang hadir paling awal kali ini dapat menikmati snack. Kesan asyik dan akrabpun terlihat selama kegiatan berlangsung.
Beberapa cara dibeberkan bagaimana agar dapat beasiswa ke luar negeri. Tentunya, bukan cuma asal mahasiswa. Prestasi akademik dan keaktifan organisasi menjadi faktor utama, selain nilai Toefl yang juga dipertimbangkan. Selain itu bukan juga cuma asal daftar, tapi dengan usaha, dan do'a menjadikan narasumber (mba Rahma) dapat berkesempatan ke luar negeri BUKAN untuk bekerja, tetapi UNTUK BELAJAR.
" Wah, pokoknya... waktu pengumuman dan ternyata aku ketrima, bener-bener ga nyangka deh rasanya...." Katanya saat menceritakan pengalamannya.
Sebenarnya banyak sekali yang disampaikan, namun, pastinya tidak semua itu dibeberkan melalui blog ataupun jejaring sosial. Sehingga, mungkin hanya beberapa yang bisa tuliskan.
Walaupun kegiatan ini direncanakan cukup mendadak dengan pelaksanaanya, namun setidaknya dapat dimulai tepat waktu dan dengan antusias dari teman-teman anggota KPMDB Jogja yang hadir. Dimulai sekitar jam 4 sore, di kawasan kampus UNY depan gedung rektorat. Dengan suasana yang terbilang asri, dan enak untuk diskusi, anggota yang hadir dapat bersantai dan lesehan sembari mendengarkan narasumber.
Beberapa memang hadir sedikit terlambat dari jadwal, dapat dimaklumi karena kesibukan masing-masing termasuk mungkin yang kuliah sore. Namun, untuk 10 anggota yang hadir paling awal kali ini dapat menikmati snack. Kesan asyik dan akrabpun terlihat selama kegiatan berlangsung.
Beberapa cara dibeberkan bagaimana agar dapat beasiswa ke luar negeri. Tentunya, bukan cuma asal mahasiswa. Prestasi akademik dan keaktifan organisasi menjadi faktor utama, selain nilai Toefl yang juga dipertimbangkan. Selain itu bukan juga cuma asal daftar, tapi dengan usaha, dan do'a menjadikan narasumber (mba Rahma) dapat berkesempatan ke luar negeri BUKAN untuk bekerja, tetapi UNTUK BELAJAR.
" Wah, pokoknya... waktu pengumuman dan ternyata aku ketrima, bener-bener ga nyangka deh rasanya...." Katanya saat menceritakan pengalamannya.
Sebenarnya banyak sekali yang disampaikan, namun, pastinya tidak semua itu dibeberkan melalui blog ataupun jejaring sosial. Sehingga, mungkin hanya beberapa yang bisa tuliskan.
Langganan:
Postingan (Atom)
